Minggu, 02 Desember 2018

Malam

Wahai Malam, Kamu yang pernah menjadi saksi tentang dua orang yang tidak saling mengenal menjadi dua orang yang saling memiliki. Kami yang sering bertukar kebahagiaan dalam malammu yang tenang. Kami dua orang yang sama-sama tidak memiliki tujuan untuk bertemu kecuali rasa sayang dan nyaman dalam pertemuan itu. Seakan kami tidak terbius takut akan gelapmu.

Wahai malam, apa kamu tahu. Malam ini aku sangat merindukan kebersamaan dengannya, ingin sekali rasanya ku memutar ruang dan waktu untuk kembali ke masa itu. masa dimana aku bisa melihatnya dengan lepas. Aku sangat ingin tertawa kembali bersamanya, melihat senyumannya, melihat kelembutannya, mendekap dan memeluknya.

Wahai malam, tolong sampaikan seluruh perasaan ini kepadanya. Bahwa disini aku selalu merindukannya. Aku yang sudah tidak sanggup lagi menghayati ketenanganmu, karna aku tahu jika aku melakukan itu aku akan teringat kembali kenangan indah saat bersamanya. Aku yang sekarang juga menjalani hidup tanpa perasaan, karna ku tahu jika aku kembali berperasaan maka aku akan kembali jatuh dalam kesedihan karna membayangkannya.

Wahai malam, kamu pasti tahu betapa kehilangannya aku di tinggal olehnya. Ingin sekali aku untuk selalu menghubunginya, mengetahui kabarnya. Tapi aku tahu itu adalah sebuah kesalahan. Aku tidak ingin mengganggu jalan kebahagiaan yang ia pilih. Aku yang tidak ingin menjadi penghambat senyum di wajah indahnya. Biarlah hanya engkau yang tahu bahwa aku sangat merindukannya saat ini.

Wahai malam,
Tolong sampaikan padanya aku akan selalu menunggunya kembali bersamaku.                         
Tolong sampaikan padanya bahwa aku tidak pernah melupakannya.
Tolong sampaikan padanya perasaanku tidak pernah berubah sedikitpun walau semua ini sudah terjadi.

Dan jika suatu saat nanti kamu melihat perasaannya sudah tidak lagi untukku. Maka, tolong sampaikan padanya, bahwa aku disini menerimanya dengan dada yang lapang. Karna yang terpenting adalah agar ia bisa tetap ceria dalam menjalani kehidupan ini dan tidak pernah berpikir lagi untuk meninggalkan dunia ini J

YA, Itu Kamu


Kamu, yang aku yakin tidak pernah meminta takdir untuk mempertemukanmu denganku, berkenalan denganku, berteman denganku, apalagi harus mencintai diriku. Kamu yang bahkan mengatakan dirimu sudah mati akan rasa untuk bisa menyayangi seseorang, kala itu adalah hal yang cukup mustahil untukmu bisa menjatuhkan hati kepada orang sepertiku. Begitu pun denganku, seorang yang hidup tanpa gairah akan cinta. Yang sudah letih untuk mencoba mencintai seseorang, yang hidup hanya sekadar untuk mengejar pencapaian dunia yang sudah menjadi impian dalam diri, cukup mustahil  juga untuk bisa menghabiskan waktu soal percintaan seperti ini.

Namun nyatanya, Tuhan mengizinkan kita untuk bertemu. Untuk kita saling mengenal dan mengetahui karakter dari masing-masing kita. Dan, dalam perjalanannya harus kita akui bahwa terlalu banyak perbedaan diantara kita. Ya, kita memang berbeda dalam berbagai hal namun yang membingungkan ialah kita bisa tetap merasa nyaman saat bersama. Tidak pernah merasa jenuh dan kehabisan hal untuk dilakukan. Mungkin, memang banyak hal yang berbeda diantara kita, namun kita memiliki kesamaan soal arti dari cara membuat nyaman orang yang disayang atau bisa dibilang kita memiliki frekuensi cinta yang sama.

Pertemuan kita memang singkat, namun hampir seluruh momentum keadaan sudah kita lalui bersama dan saling berbagi rasa. Mulai dari hal yang tidak begitu penting, hal lucu, di kecewakan orang yang dianggap dekat, kesedihan, ketakutan dan tentu yang tidak mungkin terlewat yaitu kebahagiaan. Mungkin karena inilah kita bisa saling lebih memahami. Dan terasa dua orang yang menjadi satu.

Masih teringat sekali nada-nada gitar yang kita mainkan bersama, masih terbayang dengan jelas senyuman dan tatapan bahagia dari matamu yang menandakan bahwa kamu bahagia saat bersamaku diwaktu itu.

Dan saat ini kita dipisahkan oleh waktu dan keadaan. Sekarang kita sudah tidak dapat lagi dengan bebas melakukan kegiatan bahagia kita seperti kala itu. Namun, aku ingin kamu tahu, bahwa aku rela dalam keadaan ini bukan karena aku sudi kamu tidak lagi disini bersamaku. Tapi aku mencoba ikhlas mengalah, karna aku tahu jika saat ini kamu bersamaku maka yang ada hanyalah kepahitan dan menambah penderitaan dalam hidupmu. Aku hanya tidak ingin menjadi orang yang menghalangi kamu untuk tersenyum dalam menjalani hidup ini, biarlah aku yang menanggung air mata kesedihan akan kepergianmu, asal kenyamananmu disana bisa tetap terwujud. 

Satu hal yang pasti untuk kamu ketahui, kamu harus terus percaya bahwa aku memang sangat menyayangimu. Dan aku akan selalu menyediakan ruang dihati ini untuk kamu. Jadi, jika suatu saat nanti kamu benar akan kembali bersamaku, kamu tidak perlu bingung untuk mencari tempatmu dihatiku.

Teruslah tersenyum orang yang ku sayangi dengan tulus.


Senja


Senja, keindahan dan kenyamananmu membuat orang yang melihatnya akan merasa sejuk. Seakan beban dalam hidup ini menghilang sesaat. Aku mengagumimu seperti aku mengaguminya.

Dahulu, ada seseorang yang juga menyukai dirimu. Aku dan dia pernah bersama dalam mengagumimu. Saat itu, aku merasa orang yang paling bahagia dibumi ini karna bisa melihatmu bersama dengannya

Senja, tolong sampaikan kepadanya. Aku ingin sekali ia kembali ada disini. Duduk disampingku sambil melihatmu, berbagi kisah hidup yang telah kita lalui sambil ditemani dengan secangkir kopi hangat.

Aku ingin kembali melihat hidup yang sangat berwarna seperti saat bersama dengannya, merasakan kembali rasa nyaman akan kasih sayangnya.

Senja, aku sangat berterimakasih pada tuhan karna menciptakanmu yang bisa membuatku tentram dan bahagia seperti aku berterimakasih pada tuhan karna telah membuatnya ada di dunia ini.

Setiap kali aku melihatmu, mimpiku hanyalah agar aku bisa kembali melihatmu bersama dengannya. Untuk waktu yang abadi. Jika benar waktu itu akan ada, aku berjanji akan membuatnya tersenyum seperti aku tersenyum saat melihatmu.

Senja, tunggulah kami yang akan kembali bersama melihat dirimu :)

Di antara Harapan dan Kenyataan

Hari belum berganti, namun keadaan kita sudah sangat jauh berbeda. Kamu yang pernah satu irama dalam kenyamanan, cinta dan kasih sayang bersamaku. Saat ini sudah pergi ke dimensi alam yang berbeda. alam yang ada diluar jangkauanku.

Mungkin saat ini hanya tinggal aku sendiri disini, memulai hidup kembali tanpa ada lagi senyuman kamu yang menghiasi hariku baik dari pertemuan indah kita atau hanya dalam sebuah foto yang kamu kirim lewat sosial media.

Aku merindukan semua itu sayang.

Aku yang sudah terlalu lama menjatuhkan diriku terhadap kebiasaan hidup bersamamu membuat aku lupa, lupa caranya untuk memulai hariku tanpa adanya kamu lagi. kamu seakan sudah melebur menjadi satu kesatuan dalam kehidupanku. menjadi bagian inti dalam nafasku. tolong ajari aku sayang, cara memulai hidup ini dengan ceria tanpa ada lagi kamu didalamnya. Seperti saat sebelum kamu hadir dalam hidupku.

Aku juga seakan sudah tidak tau lagi, apa itu arti keindahan akan cinta selain mengenang kebahagiaan cinta saat bersamamu. aku berharap aku bisa menyusulmu agar kita bisa satu alam lagi, bersama kamu. Merasakan kembali kebahagiaan yang pernah kita rasakan dan mewujudkan semua mimpi kita yang belum dapat terwujud.

Saat ini harapan itu masih kutitipkan kepada tuhan agar dapat mewujudkannya suatu saat nanti. Hari dimana harapan untuk hidup bersama denganmu untuk selamanya, hanya kamu dan aku menjadi sebuah kenyataan.

Jika hari itu benar menjadi kenyataan, aku akan berucap syukur yang amat jauh lebih banyak lagi kepada tuhan. Karna telah memberikan kamu, sebuah kebahagiaan terbesar dalam hidupku.

Jika hari itu benar menjadi kenyataan, aku akan memelukmu dengan sepenuh kasih sayang dan kerinduan seperti saat ini aku ingin memelukmu. Aku akan menjaga dan berusaha membuatmu tenang dan bahagia dengan segenap jiwa ragaku.

Jika memang menjadi kenyataan kamu kembali disampingku, aku tidak tau harus menulis apalagi untuk menggambarkan kebahagiaan yang aku rasakan saat itu, yang pasti aku akan merasa menjadi manusia yang paling bahagia di alam ini pada setiap detiknya, karna bisa hidup kembali bersama denganmu.

Saat ini semua itu hanyalah harapan besarku kepada tuhan yang maha pemberi kebahagiaan agar bisa memberikan kasih sayangnya kepadaku. Agar aku bisa merasakan kembali arti dari sebuah kebahagiaan akan cinta bersama denganmu.

Walau semua ini masih menjadi harapan, namun percayalah hati ini selalu memanggil kamu agar bisa duduk kembali disampingku. Seperti hari kemarin saat kita masih bersama.

Kembalilah Sayang, Aku menunggumu....

Vietnam Drip


Vietnam Drip, entah harus bagaimana aku berterima kasih kepadamu. Rasa nikmat pada dirimu bisa mengantarkan aku bertemu dengan kebahagiaan bersamanya. 

Kehangatanmu menjadi sangat tepat bersanding dengan hangatnya kasih sayang yang ada dalam dirinya. Mungkin hanya kamu yang paling tahu, betapa aku bahagia saat bersamanya.

Jutaan kata telah aku lalui bersamamu dan dirinya, semua kebersamaan indah itu terekam dengan baik dalam Ingatanku. Aku berharap kamu dapat terus ada seumur hidupku yang akan ku lalui bersama dengannya. Kita bagai tiga kesatuan yang akan terus bersama, tidak peduli dengan pasang surut kehidupan yang akan menghampiri, baik itu kemudahan maupun kesulitan. Karna, aku yakin apapun itu yang akan datang pasti bisa kulalui dengan senyuman jika bersama kalian.

Tidak perlu waktu lama untukku menyukai kamu seperti diriku menyayanginya. Dari perkenalan awal kita entah apa alasannya, diriku sudah jatuh dalam kenyamanan dan ketentraman yang tidak ku temui dari yang lain. Seperti membuatku telah mengenal kalian dalam waktu yang lama.

Vietnam Drip, aku percaya kamu akan tetap nikmat selamanya, seperti aku percaya rasa rindu ini akan terus ada kepadanya.

Terimakasih, Vietnam Drip



Selasa, 14 Agustus 2018

The Giustiniani Hestia

Hestia, entah beban apa yang pernah menghampiri pundakmu. Sudahku habiskan kemampuan fikirku untuk bisa memahamimu lebih dalam. Namun ternyata aku tidak cukup kuat untuk bisa membacanya. Ingin sekaliku melihat keadaan hatimu menjadi setenang hembusan angin pagi di lembah mandalawangi, karna kamu memang semestinya demikian.

Melihat diri lemahku yang sekarang ini membuatku frustasi. Andai tangan ini lebih kuat lagi dari saat ini. Ingin sekaliku menyelamatkan dan membantumu untuk melihat dunia ini lebih luas lagi, dan memberi tahu padamu bahwa masih banyak kebaikan dan kebahagiaan yang disediakan bumi ini.

Hestia, Jangan pernah sudi untuk termakan dendam akan pengalaman pahit hidup ini yang membuat mata hatimu tertutupi. Karnaku pernah mengalaminya 7 tahun lalu dan percayalah itu sangat tidak menyenangkan. Kuharap kamu bisa terus menemukan alasan untuk menjadi manusia yang menebar kebaikan dibumi ini.

Semoga Tuhan yang menguasai hati setiap insan bisa terus menetapkan hatimu tetap diatas kebaikan..


14 Aug 2018, H.M🙂