Kamu, yang aku yakin tidak pernah meminta takdir untuk mempertemukanmu denganku, berkenalan denganku, berteman denganku, apalagi harus mencintai diriku. Kamu yang bahkan mengatakan dirimu sudah mati akan rasa untuk bisa menyayangi seseorang, kala itu adalah hal yang cukup mustahil untukmu bisa menjatuhkan hati kepada orang sepertiku. Begitu pun denganku, seorang yang hidup tanpa gairah akan cinta. Yang sudah letih untuk mencoba mencintai seseorang, yang hidup hanya sekadar untuk mengejar pencapaian dunia yang sudah menjadi impian dalam diri, cukup mustahil juga untuk bisa menghabiskan waktu soal percintaan seperti ini.
Namun nyatanya, Tuhan mengizinkan kita untuk bertemu. Untuk kita saling mengenal dan mengetahui
karakter dari masing-masing kita. Dan, dalam perjalanannya harus kita akui
bahwa terlalu banyak perbedaan diantara kita. Ya, kita memang berbeda dalam
berbagai hal namun yang membingungkan ialah kita bisa tetap merasa nyaman saat
bersama. Tidak pernah merasa jenuh dan kehabisan hal untuk dilakukan. Mungkin,
memang banyak hal yang berbeda diantara kita, namun kita memiliki kesamaan soal
arti dari cara membuat nyaman orang yang disayang atau bisa dibilang kita
memiliki frekuensi cinta yang sama.
Pertemuan kita
memang singkat, namun hampir seluruh momentum keadaan sudah kita lalui bersama
dan saling berbagi rasa. Mulai dari hal yang tidak begitu penting, hal lucu, di
kecewakan orang yang dianggap dekat, kesedihan, ketakutan dan tentu yang tidak
mungkin terlewat yaitu kebahagiaan. Mungkin karena inilah kita bisa saling lebih
memahami. Dan terasa dua orang yang menjadi satu.
Masih teringat
sekali nada-nada gitar yang kita mainkan bersama, masih terbayang dengan jelas
senyuman dan tatapan bahagia dari matamu yang menandakan bahwa kamu bahagia
saat bersamaku diwaktu itu.
Dan saat ini
kita dipisahkan oleh waktu dan keadaan. Sekarang kita sudah tidak dapat lagi
dengan bebas melakukan kegiatan bahagia kita seperti kala itu. Namun, aku ingin
kamu tahu, bahwa aku rela dalam keadaan ini bukan karena aku sudi kamu tidak
lagi disini bersamaku. Tapi aku mencoba ikhlas mengalah, karna aku tahu jika
saat ini kamu bersamaku maka yang ada hanyalah kepahitan dan menambah
penderitaan dalam hidupmu. Aku hanya tidak ingin menjadi orang yang menghalangi
kamu untuk tersenyum dalam menjalani hidup ini, biarlah aku yang menanggung air
mata kesedihan akan kepergianmu, asal kenyamananmu disana bisa tetap
terwujud.
Satu hal yang
pasti untuk kamu ketahui, kamu harus terus percaya bahwa aku memang sangat
menyayangimu. Dan aku akan selalu menyediakan ruang dihati ini untuk kamu.
Jadi, jika suatu saat nanti kamu benar akan kembali bersamaku, kamu tidak perlu
bingung untuk mencari tempatmu dihatiku.
Teruslah
tersenyum orang yang ku sayangi dengan tulus.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar