Selasa, 14 Agustus 2018

The Giustiniani Hestia

Hestia, entah beban apa yang pernah menghampiri pundakmu. Sudahku habiskan kemampuan fikirku untuk bisa memahamimu lebih dalam. Namun ternyata aku tidak cukup kuat untuk bisa membacanya. Ingin sekaliku melihat keadaan hatimu menjadi setenang hembusan angin pagi di lembah mandalawangi, karna kamu memang semestinya demikian.

Melihat diri lemahku yang sekarang ini membuatku frustasi. Andai tangan ini lebih kuat lagi dari saat ini. Ingin sekaliku menyelamatkan dan membantumu untuk melihat dunia ini lebih luas lagi, dan memberi tahu padamu bahwa masih banyak kebaikan dan kebahagiaan yang disediakan bumi ini.

Hestia, Jangan pernah sudi untuk termakan dendam akan pengalaman pahit hidup ini yang membuat mata hatimu tertutupi. Karnaku pernah mengalaminya 7 tahun lalu dan percayalah itu sangat tidak menyenangkan. Kuharap kamu bisa terus menemukan alasan untuk menjadi manusia yang menebar kebaikan dibumi ini.

Semoga Tuhan yang menguasai hati setiap insan bisa terus menetapkan hatimu tetap diatas kebaikan..


14 Aug 2018, H.M🙂

Tidak ada komentar:

Posting Komentar